Angka penyalahgunaan narkoba yang kian meningkat, juga menyadarkan pemuda untuk semakin peduli dalam memberantas narkoba. Paling tidak tergambar dari Sikap Karang Taruna yang ada di Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat.
“Karang Taruna siap menjadi kader pencegahan penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua Karang Taruna Kelurahan Padangsambian, disela acra Focus Group Discission (FGD), yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar di Kantor Lurah Padangsambian, Denpasar Barat Rabu (10/6) malam.
Diskusi ini dilakukan dalam upatya memberantas penyalahgunaan bahaya Narkoba yang ada dimasyarakat terutama pada para pemuda-pemuda. Hadir diacara itu, Lurah Padangsambian I Wayan Yusswara,SSTP,M.Si, ketua sekaa teruna serta kepala lingkungan se-Kelurahan Padangsambian.
Plt.Kepala BNN Kota Denpasar, I Gusti Agung Putra Wijaya, memaparkan bahwa saat ini diperkirakan 4 juta orang di Indonesia terkena penyalahgunaan narkoba. Untuk itu BNN ingin terus membentuk jejaring untuk membentengi masyarakat dari bahaya narkoba, dan Karang Taruna, serta sekaa teruna merupakan wadah yang tepat untuk melakukan hal tersebut. “ Karang Taruna dan sekaa teruna merupakan garda terdepan yang dapat berperan menjadi peer educator pendidik sebaya rekan-rekannya agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba,” katanya.
Agung Wijaya didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ida Bagus Sedana, menambahkan, pihaknya kini buru para pecandu narkoba untuk dilakukan rehabilitasi. Mereka akan direhabilitasi sampai sembuh dari ketergantungan narkoba. “Hingga akhir Mei 2015 sudah 16 orang peyalahguna narkoba yang kami rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Baddoka Makasar, dan delapan penyalahguna lainnya di rehabilitasi disejumlah yayasan di Denpasar,: paparnya.
Pihaknya mengakui selama ini masih ada kekhawatiran dari orang tua yang memiliki anak pecandu narkoba. Mereka Khawatir jika datang ke BNN akan dipenjara atau proses hukum. Padahal tidak demikian, bagi para pecandu narkoba yang diproses BNN akan dilakukan rehabilitasi sampai sembuh total dari ketergantungan tanpa dipungut biaya.
Sementara itu, penyuluh BNN Kota Denpasar, Yusuf Pribadi memaparkan materi hidup positif bermakna untuk sesama tanpa Narkoba. Ia mengakui bahwa memang terdapat 4 Juta jiwa yang telah terkena penyalahgunaan narkoba. Tapi dia optimis sebab masih ada 230 juta penduduk indonesia yang belum terkena. Oleh karena itu upaya pemberantasan harus sama kuatnya dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan ini, Lurah Padangsambian, Wayan Yusswara, mengapresiasi BNN yang secara intensif menyebarkan informasi dalam bentuk FGD ke kantong-kantong atau kelompok masyarakat. Ia bersama masyarakatberkomitmen untuk mendukung uoaya BNN ini. “Jaringan narkoba yang makin besar harus diimbangi dengan jaringan, masyarakat antinarkoba yang jauh lebih besar,” demikian Yusswara
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025