Padangsambian, ratusan karma banjar Balun, Desa Pakraman Padangsambian dan para pengepon Pura Taman Beji Manik Karang mengikuti upacara mecaru Resi Gana, mendem dasar, melaspas, mendem pedagingan dan pujawali di pura setempat Senin (30/1) kemarin. Hadir Walikota Denpasar, IB Dharmawijaya Mantra, sekaligus menandatangani batu prasasti dan ngaturang punia.
Pamucuk Karya, Mangku I Made Warjaya mengatakan karya itu dilaksanakan karena pembangunan Pura Taman Beji Manik Karang baru saja rampung. Pura itu sebenarnya ditemukan kurang lebih 6 bulan yang lalu, yang pada awalnya ditemukan sebuah mata air (bulakan). Dari pawisik, ada bhatara yang melinggih di bulakan tersebut yakni Ida Ratu Ayu Bias Mambah, Ida Ratu Ayu Sekar Jepun, Ida Bhatara Ratu Kakiang dan Ratu Niang Lingsir, Ratu Gede Lingsir Sakti dan Ratu Gede Tangkeh Langit.
“Dari rembug karma banjar Balun, Padangsambian dan para tokoh agama setempat yang juga tergabung dalam Paiketan Pasemetonan Taksu Bali yang berasal dari berbagai daerah, diusulkan untuk membangun linggih Ida Ratu Bhatara dengan membangun pura di bulakan ini yang diberi nama Pura Taman Beji Manik Karang”, kata Warjaya.
Menurut Warjaya, pembangunan pura itu dikerjakan dengan biaya yang didapat dari bantuan Pelingsir Karya, AA Ketut Nuraja, Paiketan Pesemetonan Taksu Bali dan karma Desa Adat Padangsambian dengan total biaya keseluruhan dari fisik yaitu Rp. 450.000.000,- dan upacara menghabiskan dana Rp. 50.000.000,-.
Sementara penyarikan Karya, I Wayan Sudiana menyatakan dudonan karya sudah dimulai 14 Desember 2016 lalu. Upcara itu dipuput Ida Pedanda Agung Putra Kemenuh. “Kami bersama warga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar serta warga pengempon Pura Taman Beji Manik Karang” ucapnya.
Hadir juga Kepada Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Camat Denpasar Barat, IB Joni Ariwibawa, Lurah Padangsambian, I Wayan Yusswara, bendesa, tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat.
Sumber : Denpost, Selasa 31 Januari 2017
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025