Menu

Parade Ogoh-ogoh

  • Selasa, 01 April 2014
  • 71313x Dilihat

"Ogoh-Ogoh" merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian "Bhuta Kala" dan sudah menjadi ikon ritual yang secara tradisi sangat penting dalam penyambutan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka. Seluruh umat Hindu Dharma akan bersukaria menyambut kehadiran tahun baru itu dengan mengarak-arakan "ogoh-ogoh" yang dibarengi dengan perenungan tentang yang telah terjadi dan sudah dilakukan selama ini. Pada saat "Pangrupukan" atau sehari menjelang Hari Raya Nyepi, peristiwa dan prosesinya setiap tahunnya sama yaitu pada setiap Banjar akan berlomba dalam hal membuat "ogoh-ogoh" semenarik mungkin. Bila pembuatannya lebih bernilai seni, rumit, dan lebih mutakhir, maka "ogoh-ogoh" itu diharapkan bisa menaikkan martabat Banjar yang membuatnya.

 

Semarak malam pengrupukan di Desa Pakraman Padangsambian berlangsung dengan meriah dimana apresiasi terhadap pembuatan ogoh-ogoh ini derepresentasikan dalam bentuk parade yang diikuti oleh seluruh Banjar/Lingkungan se-Kelurahan Padansgambian. Sbegaai komitment dari STT dalam melaksanakan parade, sudah dilaksanakan pertemuan yang difasilitasi oleh Lurah Padansgambian dan pada saat itu sudah disepakati rute dan ketentuan dari pelaksanaan parade.

 

Parade yang dibuka langsung oleh Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Joni Ariwibawa, disambut dengan sangat antusia oleh ribuan masyarakat Padangsambian. Ogoh-ogoh diniali langsung oleh 3 orang juri dari ISI Denpasar.  Hadir pada kesempatan tersebut Jero Bendesa Pakraman Padangsambian beserta segenap prajuru, Lurah Padangsambain yang dengan positif merespon pelaksanaan daripada parade ini.  Sebab  dengan keberadaan arak-arakan "Ogoh-Ogoh" yang sudah menjadi tradisi ini dapat menjaga keharmonisan hubungan karma padangsambian, serta sebagai media berekspresi dan berkarya bagi generasi muda.