Pelatihan banten tumpeng solas yang digelar PKK bersama WHDI Kota Denpasar mendapatkan sambutan antusias dari ibu-ibu PKK Kelurahan Padangsambian. Hal ini tampak dari jumlah peserta yang hadir mengikuti pelatihan banten tersebut mencapai ratusan orang. Pelatihan yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dihadiri Camat Denpasar Barat IB Joni Ariwibawa, Lurah Padangsambian Wayan Yusswara dan tokoh masyarakat ini berlangsung Minggu, (21/9) di Br. Balun Kelurahan Padangsambian. Selain pelatihan banten juga dilaksanakan sosialisasi pemanfaatan buah lokal untuk upacara-upacara agama oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar.
Salah seorang peserta pelatihan Ni Luh Putu Mastini mengaku pelatihan yang digelar PKK bersama WHDI Kota Denpasar ini sangat membantu ibu-ibu dalam membuat banten secara benar sesuai dengan sastra agama. "Selama ini memang sudah sering mendapatkan pelatihan banten namun untuk pelatihan banten tumpeng solas baru kali ini," ujar Mastini. Ia berharap dengan semakin sering ada pelatihan banten semacam ini semakin meningkatkan pemahaman ibu-ibu terhadap makna dari banten yang dibuat.
Hal senada disampaikan Ni Wayan Sudiasih yang mengaku pelatihan banten ini sangat bermanfaat. Sehingga dalam membuat banten jenis ini tidak lagi perlu harus membeli sehingga meringankan ekonomi keluarga. Kedepannya Ia mengharapkan pelatihan banten semacam ini agar melibatkan para generasi muda yang merupakan penerus dalam melestarikan budaya terutama bebantenan.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan sebagai kota berwawasan budaya hendaknya memiliki persamaan persepsi dalam membuat banten. "Saya harapkan tidak hanya bisa membuat banten melainkan harus mengerti makna dari banten yang dibuat," ujar Ny. Selly. Hal ini tentunya untuk meningkatkan rasa tulus iklas dalam membuat banten tersebut. Lebih lanjut Ny. Selly yakin semua ibu-ibu telah bisa membuat banten, namun pelatihan yang dilakukan tujuannya untuk menyamakan persepsi dalam membuat banten sesuai sastra agama.
Lurah Padangsambian Wayan Yusswara menyambut baik dilaksanakan pelatihan banten yang menyasar ibu-ibu di Kelurahan Padangsambian. Memang selama ini setiap banjar yang ada memiliki dresta (kebiasaan) berbeda dalam membuat banten, namun melalui pelatihan ini diharapkan memiliki persepsi yang sama terhadap banten yang dibuat. Ia berharap setiap arahan yang diberikan oleh instruktur agar dipahami dan bila kurang mengerti jangan malu untuk bertanya. Hal ini tentunya untuk meningkatkan kemampuan dari ibu-ibu itu sendiri dalam membuat banten. Disamping juga akan sangat membantu keluarga sehingga tidak hanya membeli banten saat melakukan upacara. "Saya harap para ibu terus meningkatkan pemahaman dalam bebantenan sehingga tidak harus selalu membeli banten setiap upacara," harap Yusswara
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025