SAMPAH kini menjadi ancaman serius bagi Bali. Selain terbatasnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta rendahnya kesadaran masyarakat mengelola sampah secara pribadi, kinerja pemerintahan mengelola sampah juga masih masih belum optimal. Akibatnya Bali nyaris dikepung sampah.
Hal ini diperparah karena penyikapan atas ancaman sampah belum maksimal. Penanganan sampah masih menjadi program pinggiran dan terkesan tidak menjadi fokus pejabat publik. Bahkan, dalam urusan penanganan sampah plastik, kinerja pemerintah belum terdengar. Baru beberapa kabupaten saja yang memiliki program strategis menangani sampah plastik dengan membentuk bank sampah serta membeli sampah plastik dari warga.
Pelatihan daur ulang sampah rumah tangga merupakan bagian dari program BKM Padang Sejahtera Kelurahan Padangsambian yang di tahun 2014 mendapat reward dengan program PLBK. Koordinator BKM Drs. I Made Bandung menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana akibat pemanasan global, yakni dengan jalan mengurangi sampah plastik, kertas dan sejenisnya berserakan dan lama terurai di tanah. Selain itu kegiatan daur ulang sampah plastik dan kertas ini akan menjadi kegiatan positif yang dapat di kerjakan di rumah oleh para Ibu dan remaja putri. Terlebih bila di kembangkan dapat merubah menjadi sebuat industri kreatif yang dapat menjadi sumber penghasilan baru.
|
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025