Menu

Pelatihan Daur Ulang BKM Padang Sejahtera

  • Sabtu, 10 Januari 2015
  • 1685x Dilihat

SAMPAH kini menjadi ancaman serius bagi Bali. Selain terbatasnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta rendahnya kesadaran masyarakat mengelola sampah secara pribadi, kinerja pemerintahan mengelola sampah juga masih masih belum optimal. Akibatnya Bali nyaris dikepung sampah.

Hal ini diperparah karena penyikapan atas ancaman sampah belum maksimal. Penanganan sampah masih menjadi program pinggiran dan terkesan tidak menjadi fokus pejabat publik. Bahkan, dalam urusan penanganan sampah plastik, kinerja pemerintah belum terdengar. Baru beberapa kabupaten saja yang memiliki program strategis menangani sampah plastik dengan membentuk bank sampah serta membeli sampah plastik dari warga.

 

Pelatihan daur ulang sampah rumah tangga merupakan bagian dari program BKM Padang Sejahtera Kelurahan Padangsambian yang di tahun 2014 mendapat reward dengan program PLBK. Koordinator BKM Drs. I Made Bandung menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana akibat pemanasan global, yakni dengan jalan mengurangi sampah plastik, kertas dan sejenisnya berserakan dan lama terurai di tanah.  Selain itu kegiatan daur ulang sampah plastik dan kertas ini akan menjadi kegiatan positif yang dapat di kerjakan di rumah oleh para Ibu dan remaja putri. Terlebih bila di kembangkan dapat merubah menjadi sebuat industri kreatif yang dapat menjadi sumber penghasilan baru.

 

Ir. I Made Sudama selaku ketua Panitia BKM Padang Sejahtera menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak yang sangat positifTerbangunnya pengelolaan sampah mandiri (PSM) di mana partisiapasi warga untuk mengelola sampah akan tercapai dan berkesinambungan dan Meningkatkan nilai-nilai kesehatan masyarakat yang di akibatkan oleh lingkungan yang kotor. Selain itu Meningkatkan kerukunan bagi setiap warga karena di penuhi kegiatan yang positif terutama sekali jika kelompok ini dapat di tingkatnya menjadi koperasi sehingga aturan hak dan kewajibannya sangat jelas dan akan menciptakan pemerataan dan keadilan bila di kelola dengan baik.

 
 

Ibu Gun dan I Nyoman Astawa selaku instruktur membawakan materi yang berbeda, dimana salah satu dengan produk berbahan palstik dan I Nyoman Aswawa dengan cirri khasnya ingka dari kertas. Bahan utamanya sangat mudah di dapat dan selalu dihasilkan oleh setiap rumah tangga, selanjutnya untuk memperindahkan agar menjadi nilai jual yang tinggi biasanya dipadukan dengan bahan lain seperti plastik bening, manik-manik dan sejenisnya. Keminatan setiap orang untuk mengikuti pelatihan agar bisa membuat kerajinan sangat tinggi karena keunikannya terletak pada bahan bakunya dari sampah kering.

 

Yusswara selaku Lurah Padangsambian mengapresiasi kegiatan ini sebab kegiatan workshop yang dilaksanakan sebelumnya berlanjut dan didukung oleh BKM Padang Sejahtera terutama dalam mendukungprogram Pemerintah dan gerakan-gerakan yang di lakukan masyarakat Internasional terhadap pengurangan resiko bencana akibat Pemanasan Global dan berharap dapat berlanjut di tingkat Banjar dan lingkungan masing-masing.