Menu

Pelatihan Loloh

  • Senin, 16 Maret 2015
  • 868x Dilihat

Loloh merupakan minuman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Bali, akan tetapi karena tidak pernah dipublikasikan dan dipatenkan saat ini  sudah mulai menyusut dan hampir hilang di kalangan masyarakat. Oleh karena itu potensi ini harus dikembalikan lagi dan syukurnya PKK Kelurahan Padangsambian, Minggu 15 Maret 2014 kembali memperkenalkan tradisi ini dalam acara rutin arisan pada hari minggu, 15 Maret 2015 bertempat di Kantor Lurah Padangsambian.

Ketua TP.PKK  Kelurahan Padangsambian Ny. Prima Yusswara menyatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan penggunaan toga karena sebagai mana kita ketahui penggunaan tanaman obat masih tetap diminati oleh masyarakat, selain karena sebagian besar masyarakat masih menggunakannya sebagai tradisi peninggalan leluhur, dimana dulunya loloh itu identik dengan rasa pahit akan tetapi melalui inovasi pada jaman sekarang rasa dari loloh itu sudah bervariasi dengan aneka cita rasa.  Di sisi lain tanaman obat ini juga masih banyak ditemui disekitar kita dan manfaat yang tidak kalah khasiatnya dengan obat modern, dan tanaman obat  ini juga diminati sebagai alternatif di dalam melakukan pengobatan di luar upaya medis, karena selain biayanya terjangkau juga relatif aman dari efek samping zat-zat kimia.

Pada saat ini bahan dasar yang dipergunakan adalah daun pegagan datau daun piduh, dimana daun piduh ini berkhasiat sebagai anti dioksidan. Sementara itu ibu Yuliani Sukhana owner dari Bali Tangi selaku narasumber menyambut posistif kegiatan ini dan berharap kedepan tradisi ini bias tetap lestari