Menu

PENILAIAN PASAR TRADISIONAL DESA PAKRAMAN PADANGSAMBIAN DALAM RANGKA FESTIVAL PASAR TRADISIONAL

  • Kamis, 02 Februari 2017
  • 1539x Dilihat

Padangsambian, program revitalisasi pasar tradisional yang dilaksanakan Pemkot Denpasar berlanjut lewat penguatan eksistensi pasar tradisional dengan kegiatan Festival Pasar Tradisional. Penilaian Festival Pasar dilangsungkan Senin (30/1) kemarin di lima pasar desa yang ada di wilayah Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Barat.

Tim penilai dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar melibatkan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Kota Denpasar mendatangi satu persatu pasar yang telah dipersiapkan dengan kriteria penilaian. Tak sebatas kebersihan pasar, keamanan, dan kenyamanan. Namun kriteria tim juga menilai keramahan dan senyum para pedagang di pasar desa saat melayani pembeli. Pedagang yang tak senyum saat melayani pembeli akan dapat mengurangi penilaian.

“unsur penilaian yakni berkaitan dengan aspek budaya telah tercantum terkait keramahan para pedagang sehingga senyum menjadi ukuran penilaian” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Made Mertajaya di sela-sela penilaian Festival Pasar Tradisional.

Mertajaya didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa, Ni Made Puspita Sari menjelaskan, terdapat tujuh aspek penilaian meliputi aspek budaya, aspek keamaann, ketertiban, kenyamanan, aspek kebersihan, keindahan, aspek kesehatan, sanitasi lingkungan, aspek infrastruktur pasar, aspek tata kelola pasar, dan aspek kinerja pasar. Karena keramahan pedagang menjadi peran penting dalam aspek budaya, yakni metawahan yang sampai saat ini masih lestari di pasar desa. Selain itu, berkaitan aspek budaya dengan penilaian ada tiga belas penilaian, meliputi adanya konflik sesame pedagang juga masuk dalam kriteria penilaian tersebut. Dari penilaian ini bersama-sama akan mewujudkan program revitalisasi pasar tradisional memberikan dampak positif bagi pengelola pasar untuk membawa pasar tradisional hidup kembali.

Mertajaya mengemukakan, evaluasi pasar desa dapat terus dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dari program-program yang telah dilaksanakan guna membangkitkan eksistensi pasar tradisional. Dari evaluasi ini akan membawa Festival Pasar Tradisional sebagai dasar untuk melakukan gerakan dan target-target festival berikutnya.

Salah seorang masyarakat, Pipit mengatakan, penataan fisik pasar tradisional di Kota Denpasar telah berjalan baik. Beberapa pasar telah berbenah yang dahulunya pasar tradisional terkenal becek saat musim hujan. Namun sekarang sudah tertata rapi dan bersih.

Pipit mengaku, sering berbelanja di pasar tradisional keramahan pedagang menjadi kunci utama di pasar tradisional. “Banyak pedagang di pasar tradisional cemberut saat menawarkan barang dagangan. Mungkin ini dapat dilakukan evaluasi kepada para pedagang” ujar Pipit.

 

Sumber : Denpost, Selasa 31 Januari 2017