Hari raya suci Umat Hindu yang umum dirayakan adalah : Nyepi, Galungan, piodalan, Sarasvati puja, Sivaratri puja dan sebagainya. Diantara pelaksanaan hari raya suci tersebut yang paling menonjol adalah hari raya Nyepi jatuhnya dalam periode waktu satu tahun sekali tepatnya pada tahun baru saka. Pada saat ini matahari menuju garis lintang utara, saat Uttarayana yang disebut juga Devayana yakni waktu yang baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Sehari sebelum perayaan hari raya Nyepi dilengkapi dengan upacara Tawur (Bhuta Yajna) yaitu hari Tilem Chaitra dengan ketentuannya dari lontar Sang Hyang Aji Swamandala yang menyatakan apabila melaksanakan tawur hendaknya jangan mencari hari lain selain Tilem bulan Chaitra. Pemaknaan Nyepi pada hakekatnya merupakan penyucian bhuwana agung dan bhuwana alit (makro dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keharmonisan/ keindahan).
Memaknai hari suci tersebut Lurah Padangsambian beserta segenap komponen masyarakat mulai dari Desa Pakraman, LPM, Babinsa dan Babinkamtibmas, Pecalang Desa Pakraman, Sabha Yowana, Kelihan Banjar, STT Kepala Lingkungan melakukan koordinasi, Jumat, 7 Maret 2014 di Kantor Lurah Padangsambian. Adapun pembahasan ini merupakan bentuk antisipasi dari pelaksanaan prosesi penyepian dimana pada prinsipnya untuk menjaga harmonisasi prosesi ini dibutuhkan peran serta aktif dan positif dari seluruh masyarakat. Jro Bendesa Pakraman Padangsambian mengajak generasi muda untuk lebih santun dan hikmad memaknai prosesi ini apalagi pemerintah Kota Denpasar mendukung kegiatan kreatif anak muda di masing-masing Banjar dengan memberikan bantuan dana motivasi untuk lebih kreatif. Dari hasil koordinasi tersebut menemukan sebuah kesepakatan bahwa sebelum hari suci itu datang akan diadakan sekali lagi rapat untuk membuat sebuah komitmen dari seluruh STT yang tergabung dalam sabha yowana yang ada di Kelurahan Padangsambian mengenai prosesi pengusungan ogoh-ogoh.
Sebagai tindaklanjut rapat Sabtu, 1 Maret 2014 di Balai Desa Pakraman Padangsambian, Ketua Sabha Yowana Ngurah Ariawan menyampaikan bahwa akan dilaksanakan parade sekaligus penilaian lomba ogoh-ogoh yang terbagi dalam 2 zona / tempat. Tempat pertama adalah di perempatan Gatot Subroto – Kebo IWa, yang kedua di Pertigaan Gunung Agung Kelurahan Padangambian. Penilaian dilaksanakan di tempat dan pada saat parade dengan criteria yang telah ditentukan dan disepakati. Dari pendataan diperoleh jumlah ogoh-ogoh pada masing-masing Banjar kurang lebih 47 ogoh-ogoh. Jumlah yang cukup banyak sebagai bentuk eoforia penyambutan Nyepi kali ini. Namun demikian potensi ini harus diatur dan dipertanggungjawabkan sebab jangan sampai kemudian semangat hari suci ini dicederai oleh kejadian yang tidak kita inginkan. Karena itu rapat ini digelar untuk menyatukan persepsi meminimalisir pelanggaran dalan prosesi tersebut. Karena itu sinergi adapt dan dinas dalam menyikapi hal tersebut tertuang dalam rapat yang kemudian dibagi dan diatur oleh Lurah Padangsambian dengan rute Gunung agung, Mahendradata, Permata Hijau, Buana Raya dan kembali lagi ke pertigaan. Para panglingsir dan prajuru Desa Pakraman menekankan hendaknya prosesi ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancer oleh karena itu kepada kelihan banjar dihrapkan memantau pelaksanaan parade ini. (yuss)
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025