Lawar merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan. Pelestarian tersebut harus melibatkan semua pihak termasuk sekaa teruna. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar menggelar berbagai lomba untuk kelengkapanupacara seperti lomba ngelawar, membuat sate renteng dan lomba membuat prani. Selain untuk ajang pelestarian warisan leluhur untuk, lomba yang dilaksanakan Minggu (15/2) juga untuk memeriahkan HUT Ke-227 Kota Denpasar.
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang langsung menyaksikan lomba membuat lawar mengatakan lomba ini dilaksanakan tiap tahun untuk merevitalisasi serta membangkitkan dan mengembangkan juga untuk menguatkan budaya yang telah ada. Tentunya melalui lomba ngelawar ini dapat memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengembangkan dan menguatkan budaya tersebut. Untuk berkelanjutannya maka perlu melibatkan anak-anak muda mengingat mereka akan mengambil estafet pelestarian kebudayaan ini sehingga kedepannya tidak ada kesulitan. Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan lomba-lomba yang diselenggarakan harus terus mengalami peningkatan baik dari peserta maupun kualitas lomba. Kedepannya diharapkan bobot lomba lebih di tingkatkan. Sehingga apa yang menjadi persyaratan dalam upacara mereka sudah diketahui. Masalah kebudayaan bukan hanya masalah seni, kalau masalah seni di Denpasar sudah tidak perlu diragukan lagi. Sekarang mengarah pada penguatan upakara upacara agama. Ini semua perlu didukung oleh semua komponen masyarakat sehingga pelestarian budaya bisa terwujud. Contohnya pembuatan sate renteng sudah melibatkan anak-anak ini tentu ini sangat tepat sehinga ada regenerasi.
Keterlibatan anak muda dari Desa Pakraman Padangsambian memiliki andil yang sangat besar dalam lomba ini, terbukti STT Br. Pakraman Anyar berhasil memboyong juara satu untuk lomba ngelawar. Sebuah apresiasi yang tinggi diberikan dengan semangat penuh kebersamaan mampu menunjukkan jati diri dan prestasi sekaligus melestarikan tradisi
20 Oktober 2025
01 September 2025
21 Oktober 2025